Presentation Otitis Media Akut [PPT]

Definisi
      Otitis Media Akut (OMA) adalah suatu infeksi pada telinga tengah yang disebabkan karena masuknya bakteri patogenik ke dalam telinga tengah (Smeltzer, 2001).
     Otitis media adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid (Ahmad Mufti, 2005)

     Otits media akut (OMA) dapat terjadi karena beberapa faktor penyebab, seperti sumbatan tuba eustachius (merupakan penyebab utama darikejadian otitis media yang menyebabkan pertahanan tubuh pada silia mukosa tubaeustachius terganggu), ISPA (infeksi saluran pernafasan atas), dan bakteri( Streptococcus peumoniae, Haemophylus influenza, Moraxella catarrhalis,dan bakteri piogenik lain, seperti Streptococcus hemolyticus, Staphylococcus aureus, E. coli, Pneumococcus vulgaris).

Di atas adalah Rangkuman dari PPT Materi Otitis Media Akut, untuk bisa mengakses data lebih lengkap bisa download pada link di bawah ini.


Semoga membantu, dan silahkan share Artikel ini jika menurut kamu bermanfaat.

Creted by Kel. 4 Tutorial Blok Persepsi Sensori
Publish HIMA PSIK UNJA
Continue Reading...
 
Cara untuk Mengisi DATA di SIAKAD UNJA bagi Mahasiswa Baru Bisa mengikuti langkah - langkah berikut :
- Login di situs SIAKAD UNJA :

Link : http://siakad.unja.ac.id
Cara Mengisi DATA di SIAKAD UNJA
Cara Mengisi DATA di SIAKAD UNJA

Sebelum mengisi data HARAP baca Informasi Berikut :

  • Pemakai dan Sandi
  • Pemakai adalah Civitas akademika Universita Jambi
  • Sandi diberikan / di minta melalui Administrator
  • Staf Pengajar/Dosen dapat menghubungi PD I untuk memperoleh Pemakai dan Sandi
  • Bagi Mahasiswa, Pemakai adalah Nomor Mahasiswa dan Sandi diperoleh setelah melaksanakan registrasi ulang di BAAKPSI
  • Bagi Mahasiswa Baru Angkatan Tahun 2012, Pemakai adalah Nomor Mahasiswa dan Sandi adalah No Pendaftaran / Test

Penamaan File untuk Upload (Mahasiswa)

  • Semua File yang akan di upload harus diawali dengan : pemakai-....... .jpg
  • Upload Foto : nomormahasiswa.jpg (contoh: E1A085104.JPG)
  • Upload Ijazah Halaman Muka : nomormahasiswa-sttb1.jpg (contoh: E1A085104-STTB1.JPG)
  • Upload Ijazah Halaman Belakang : nomormahasiswa-sttb2.jpg (contoh: E1A085104-STTB2.JPG)
  • Upload STK/SKHUN : nomormahasiswa-skhun.jpg (contoh: E1A085104-SKHUN.JPG)

Pengisian / Perbaikan Biodata Mahasiswa

  • Untuk melengkapi data yang ada di Server Unja, Setiap Mahasiswa dimohon untuk melengkapi data pada laman http://siakad.unja.ac.id atau http://10.10.10.10
  • Apabila Sandi Hilang/Lupa dapat menghubunggi Petugas UPT Komputer untuk melihat kembali sandi lama tsb, dengan menunjukan Kartu Mahasiswa.

Pengisian KRS Mahasiswa

  • Pengisian Kartu Rencana Studi Mahasiswa, dilakukan secara on line Melalui : http://siakad.unja.ac.id atau http://10.10.10.10
  • Pengisian KRS hanya dapat dilakukan setelah mahasiswa melaksanakan Registrasi Ulang di BAAKPSI. (Mahasiswa yang tidak melaksanakan Registrasi Ulang tidak dapat melakukan Pengisian KRS)
  • Mahasiswa melakukan Pengisian KRS, sesuai dengan jadual yang telah ditentukan oleh Fakultas/Progran Studi dengan Jumlah SKS sesuai dengan IP yang diperoleh pada semester sebelumnya) (Pengisian/Perubahan KRS tidak dapat dilakukan di luar jadual yang telah ditentukan)
  • Setelah Pengisisan KRS selesai, Mahasiswa HARUS mencetak Kartu Studi Mahasiswa (KSM). (KSM BELUM di Setujui P.A)
  • Dengan membawa KSM, Mahasiswa menghadap Dosen Pembimbing Akademik, untuk konsultasi dan mem-Validasi KSM.
  • Dosen Pembimbing Akademik membuka laman http://siakad.unja.ac.id atau http://10.10.10.10, untuk mem-Validasi KRS Mahasiswa bimbingannya.
  • Mahasiswa membuka laman http://siakad.unja.ac.id atau http://10.10.10.10 untuk memeriksa/Menunggu KRS hasil Validasi dari Dosen P.A
  • Mahasiswa mencetak kembali KSM yg telah di Validasi Dosen PA. (KSM SUDAH di Setujui P.A)
  • KSM SUDAH di Setujui P.A merupakan Bukti bahwa mahasiswa tsb telah selesai melaksanakan Pengisian KRS.

- Jika sudah masuk silahkan isi Biodata Pribadi kalian sesuai data ASLI.
Cara Mengisi DATA di SIAKAD UNJA



- Isi data SMTA
Cara Mengisi DATA di SIAKAD UNJA


- untuk IJAZAH yang belum ada. cukup upload SKHU nya terlebih dahulu IJAZAH nya nanti menyusul.
      informasi yang lebih pasti itu silahkan tanya ke bagian BAAKPSI di unja mendalo.
- Bagi mahasiswa yang belum memiliki SKHU silahkan Meminta SKHU sementara ke pada Pihak sekolah terdahulu untuk membuat SKHU Sementara. jika Mahasiswa merupakan pendatang Baru / dari luar Jambi bisa meminta Keluarga nya untuk memindai SKHU (scanning) dan di kirim kepada Mahasiswa dalam bentuk Format .JPG
- Sebelum upload file .JPG harap perhatikan nama File , Nama File dan Format Harus sesuai dengan aturan / informasi yang tertera di dalam siakad :)
- Isi Data Orang tua

Cara Mengisi DATA di SIAKAD UNJA

- Setelah mengisi data dengan lengkap silahkan cetak Biodata kalian dan kartu mahasiswa sebagai identitas dalam kampus.
       Untuk pengisian KRS nanti di isi sesuai KODE makul yang di berikan / di informasi kan oleh pihak Akademik di Kampus FKIK UNJA. biasanya di tempel di mading dekat ruangan TU.

langkah selanjut nya silahkan baca Informasi di atas :)

      jika masih ada yang tidak bisa silahkan bertanya melalui kolom komentar atau bertanya dengan kakak tingkat yah ... :)
Continue Reading...
 
PERAN DAN FUNGSI PERAWAT
Peran Perawat :
A. Peran sebagai pemberi Asuhan Keperawatan.
        Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan ini dapat dilakukan perawat dengan memeprhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan sehingga dapat ditentukan diagnosis keperawatan agar bias direncakan dan dilaksanakan tindakan yang tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar manusia, kemudian dapat dievaluasi tingkat perkembangannya. Pemberian asuhan keperawatan ini dilakukan dari yang sederhana sampai dengan kompleks.
Apa itu Peran dan Fungsi Perawat ?
10 Faktor Asuhan dalam Keperawatan :

1. Menunjukkan system nilai kemanusian dan altruisme.
2. Memberi harapan dengan :
  •  mengembangkan sikap dalam membina hubungan dengan klien
  • memfalitasi untuk optimis
  • percaya dan penuh harapan
3. Menunjukkan sensivitas antara satu dengan yang lain.
4. Mengembangkan hubungan saling percaya : komunikasi efektif, empati, dan hangat.
5. Ekspresi perasaan positif dan negative melalui tukar pendapat tentang perasaan.
6. Menggunakan proses pemecahan mesalah yang kreatif
7. Meningkatkan hubungan interpersonal dan proses belajar mengajar
8. Memeberi support, perlindungan, koreksi mental, sosiokultural dan lingkungan spiritual
9. Membantu dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia
10. Melibatkan eksistensi fenomena aspek spiritual.

B. Kekuatan dalam Asuhan :
1. Aspek Transformasi
    Perawat membantu klien untuk mengontrol perasaannya dan berpartisipasi aktif dalam asuhan.
2. Integrasi asuhan
    Engintegrasikan individu ke dalam sosialnya.
3. Aspek Pembelaan
 Membatu klien memilih support social, emosional, spiritual.à4. Aspek penyembuhan
5. Aspek Partisipasi.
6. Pemecahan masalah dengan metoda ilmiah.
2. Peran Sebagai Advokat ( Pembela) Klien
Peran ini dilakukan perawat dalam membantu klien dan keluarga dalam meninterpretasikan berbagia informasi dari pemberi pelayanan atau informasi lain khususnya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasiennya, juga dapat berperan mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien yang meliputi hak atas pelayanan sebaik-baiknya, hak atas informasi tentang penyakitnya, hak atas privasi, hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian.

C. Peran Sebagai Edukator
Peran ini dilakukan untuk :
1. Meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan dan kemampuan klien mengatasi kesehatanya.
2. Perawat memberi informasi dan meningkatkan perubahan perilaku klien

D. Peran Sebagai Koordinator
Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemeberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan kebutuhan klien.

Tujuan Perawat sebagi coordinator adalah :
a. Untuk memenuhi asuhan kesehatan secara efektif, efisien dan menguntungkan klien.
b. Pengaturan waktu dan seluruh aktifitas atau penanganan pada klien.
c. Menggunakan keterampilan perawat untuk :
  • merencanakan
  • mengorganisasikan
  • mengarahkan
  • mengontrol
E. Peran Sebagai Kolaborator
Perawat disini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter fisioterapis, ahli gizi, dan lain-lain dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan selanjutnya.

F. Peran Sebagai Konsultan
Peran disini adlah sebagai tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini dilakukan atas permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan pelayanan keperawatan yang diberikan.

G. Peran Sebagai Pembeharu
Peran sebagai pembaharu dapat dilakukan dengan mengadakan perencanaan, kerja sama, perubahan yang sistematis dan terarah sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan.
Peran perawat sebagai pembeharu dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya :
  •  Kemajuan teknologi
  •  Perubahan Lisensi-regulasi
  •  Meningkatnya peluang pendidikan lanjutan
  •  Meningkatnya berbagai tipe petugas asuhan kesehatan.
     Selain peran perawat menurut konsorsium ilmu kesehatan, terdapat pembagian peran perawat menurut hasil lokakarya keperawatan tahun 1983 yang membagi menjadi 4 peran diantaranya peran perawat sebagai pelaksana pelayanan keperawatan, peran perawat sebagai pengelola pelayanan dan institusi keperawatan, peran perawat sebagai pendidik dalam keperawatan serta peran perawat sebagai peneliti dan pengembang pelayanan keperawatan.

Fungsi Perawat :

1. Fungsi Independen
      Merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, dimana perawat dalam melaksanakan tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti pemenuhan kebutuhan fisiologis (pemenuhan kebutuhan oksigenasi, pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit, pemenhuan kebutuhan nutrisi, pemenuhan kebutuhan aktivitas, dan lain-lain), pemenuhan kebutuhan keamanan dan kenyamanan, pemenuhan kebutuhan cinta mencintai, pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri.

2. Fungsi Dependen
      Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi dari perawat lain. Sehingga sebagai tindakan pelimpahan tugas yang diberikan. Hal ini biasanya dilakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum, atau dari perawat primer ke perawat pelaksana.

3. Fungsi Interdependen
     Fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang ber sifat saling ketergantungan di antara tam satu dengan lainya fungsa ini dapat terjadi apa bila bentuk pelayanan membutuhkan kerjasama tim dalam pemberian pelayanan seperti dalam memberikan asuhan keperawatan pada penderaita yang mempunyai penyskit kompleks keadaan ini tidak dapat diatasi dengan tim perawat saja melainkan juga dari dokter ataupun lainya, seperti dokter dalam memberikan tanda pengobatan bekerjasama dengan perawat dalam pemantauan reaksi obat yang telah di berikan.

4. CLIENT ADVOCATE
  • Sebagai penghubung antara klien dengan tim kesehatan lain 
  • Membela kepentingan klien dan membantu klien 
  • Menjadi nara sumber dan fasilitator 
  • Melindungi dan memfasilitasi keluarga dan masyarakat dalam pelayanan kes. 
  • Melindungi hak-hak klien 
Hak-hak klien
  • Hak atas informasi 
  • Mendapatkan pelayanan yg manusiawi, adil dan jujur serta bermutu sesuai dgn standar 
  • Hak atas persetujuan dan atau penolakan 
  • Hak atas keselamatan dan keamanan 
  • Hak atas rahasia medik dll 
CONSELOR
  • Mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya 
  • Membimbing klien, keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan 
  • Membantu meningkatkan kemampuan adaptasi 
EDUCATOR
Mendidik klien , keluarga dan masyarakat menuju hidup sehat, mandiri

COLLABORATOR
Bekerjasama dgn tim kesehatan lain dan keluarga dalam menentukan pelaksanaan asuhan guna memenuhi kebutuhan klien

COORDINATOR
  • Memanfaatkan semua sumber2 dan potensi yg ada utk :
  • mengkoordinasi seluruh yankep 
  • mengatur tenaga kep yg akan bertugas 
  • mengembangkan sistem yankep 
CHANGE AGENT
  • Mengadakan inovasi dalam cara berfikir, bersikap dan bertingkah laku
  • Meningkatkan keterampilan klien dan keluarga agar menjadi sehat
CONSULTANT
Menjadi sumber informasi yg berkaitan dengan kondisi klien

FUNGSI PERAWAT
Dalam menjalankan perannya perawat akan melaksanakan berbagai fungsi diantaranya :
  • Fungsi independen
  • Fungsi dependen
  • Fungsi interdependen
  • Fungsi independen
  • Fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain.

Mandiri
      Perawat dalam melaksanakan tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Kebutuhan Dasar Manusia
  • Kebutuhan fisiologis
  • Kebutuhan keamanan dan kenyamanan
  • Kebutuhan mencintai dan dicintai
  • Kebutuhan harga diri
  • Aktualisasi diri
Fungsi dependen
  1. Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi dari perawat lain.
  2. Pelimpahan tugas diberikan.Biasa dilakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum atau dari perawat primer ke perawat pelaksana.
Fungsi interdependen
  1. Dilakukan dalam kelompok tim yang saling ketergantungan diantara tim satu dengan tim lainnya.
  2. Fungsi ini terjadi apabila bentuk pelayanan membutuhkan kerjasama tim dalam pemberian pelayanan seperti dalam memberikan asuhan keperawatan pada penderita yang mempunyai penyakit kompleks.
TANGGUNG JAWAB PERAWAT
  • Pemberi asuhan keperawatan
  • Meningkatkan Pengetahuan
  • Meningkatkan diri sebagai profesi
Continue Reading...
 
Visi dan Misi Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas JambiVisi Program Studi Ilmu Keperawatan adalah  Menjadi pusat pengembangan profesi keperawatan terkemuka di bidang pendidikan, penelitian, pelayanan masyarakat dengan standard internasional yang mampu menghasilkan perawat profesional dengan akhlak mulia pada tahun 2025

Misi yang diemban prodi ini adalah:
        Menyelenggarakan program studi secara inovatif dan kreatif, sinergis didasarkan pada moral dan etika perawatan selaras dengan kemajuan global Mengembangkan program dan meningkatkan mutu pendidikan, penelitian dan pelayanan keperawatan yang inovatif dan kreatif untuk memenuhi kebutuhan tenaga keperawatan yang bermoral, etis dan yang bermutu tinggi, didukung oleh staf profesional dengan standard nasional dan internasional.
        Meningkatkan kegiatan penelitian di bidang keperawatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kualitas pendidikan dan pelayanan melalui ilmu dan teknologi keperawatan, sesuai kebutuhan dan kecenderungan perkembangan masa yang akan datang.
        Memberikan pelayanan pendidikan (pelatihan dan konsultasi) dan pelayanan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan keperawatan didukung oleh staf professional dengan standard nasional dan internasional.
       Meningkatkan jumlah staf pengajar yang berkualitas yang akan mengembangkan ilmu yang berhubungan dengan bidangnya masing-masing, dengan inovasi dan kreatifitas tinggi, didasari pada kemanusiaan, moral dan etika profesi, berwawasana global dan bermutu tinggi.
Memberikan fasilitas yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian dan pelayanan keperawatan baik bagi mahasiswa, masyarakat maupun civitas akademika.
       Melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan, penelitian dan pelayanan keperawatan berskala regional, nasional dan internasional.

Visi dan misi kedua program studi tersebut perlu dikembangkan bila telah terjadi peningkatan status menjadi fakultas. Selain itu visi dan misi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) atau Faculty of Medicine and Helath Sciences (FMHS) Universitas Jambi perlu dirumuskan lebih komprehensif karena nantinya akan menjadi wadah yang besar bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang kedokteran dan kesehatan.

Adapun visi FKIK (FMHS) Universitas Jambi adalah:

       Menjadi Salah Satu Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Terkemuka dan Pusat Unggulan dalam Penyelenggaraan Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran-Kesehatan (Iptekdokkes) Yang Berorientasi pada Kebutuhan Daerah, Nasional dan Global Pada Tahun 2025.

        Kurikulum pada Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jambi juga diimplementasikan dalam 2 tahap yaitu tahap akademik untuk menjadi sarjana keperawatan (S.Kep) sekitar 8 semester dan tahap profesi (Ners) sekitar 4 semester. Kurikulum di PSIK UNJA masih merupakan kurikulum konvensional dengan memberlakukan KBK secara hybrid. Pada tahap akademik, diajarkan ilmu dasar kedokteran dan kesehatan, serta ilmu keahlian keperawatan. Pada tahap profesi dilakukan magang di rumah sakit untuk mempraktikkan ilmu keperawatan yang telah didapat sebelumnya.
Continue Reading...
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home